Dear Baper..
Kamulah keping rasa diantara kedua insan yang berbeda. Kau selalu datang disambut dengan hal-hal yang bernuansa kan gembira, suka, tawa, canda, , dan hal indah lainnya. Tapi, terkadang kau berakhir dengan hal-hal menyakitkan tanpa ada yang menyadarinya.
Kau selalu ada dalam kata "harap" ,entah itu menjadi "berharap", "mengharap" atau "pengharapan". Karna, pada hakikatnya kau adalah "harapan".
Dulu sebelum kau ada.. semua baik-baik saja, tapi kini kau ada dan tumbuh dihati-hati manusia.
Tempatmu tak jauh dari gombalan manis, kisah manis, senyum manis, hingga janji-janji manis. Tapi justru terkadang hal yang manis itu berubah menjadi sesuatu yang mengiris.
Kini kau berubah menjadi virus bagi insan TUHAN yang sudah bergelimpangan dosa menjadi hancur lebur tak karuan..
Kau datang dengan membawa kebaikan, tpi juga membawa keburukan. Kondisimu sekarang tak imbang dan menjerumuskan pada hal-hal keburukan.
Kaulah penyebab hati manusia menjadi luka.....
PESAN PENULIS :
Baper itu boleh tapi jangan berlebihan.. karna pada hakikatnya yang menyakiti hatimu itu bukan pasanganmu, melainkan bapermu sendiri.
Jadi jangan pernah kau salahkan pasanganmu, melainkan salahkanlah dirimu sendiri